Nama
E-mail
Alamat
Komentar

Kode Verifikasi
                
SMPN 2 PENAJAM PASER UTARA       Alamat: Jl. Negara KM 35 Tengin Baru, Kecamatan Sepaku Kode Pos 76148
My Link
Aplikasi Dapodik
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
30 August 2025
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal : 01/21/2014, 09:34:48, dibaca 2573 kali.

Pada tanggal 18 januari 2014 SMPN 2 PPU mengadakan acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Didalam acara ini seluruh siswa-siswi dan dewan guru, beserta tamu undangan sangatlah berantusias untuk mengikuti acara itu. Dalam acara ini terdapat makna yang dapat kita petik dari ayat-ayat suci Al-Qur’an dan dalam beberapa kata sambutan baik yang disampaikan oleh bapak kepala sekolah yaitu Pak Hanafi M.Si. maupun yang disampaikan oleh Pak Ustadz Salim.


Pertama, yaitu makna dari ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh  Fajri Susanto, dan diartikan oleh Dina Mariyana. Ayat yang dibacakan yaitu Surah Al-Mu’minun: 1-11



 


 


 


 


 


 


 


artinya : “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak bergunaa, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka seseungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi baarang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itu lah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Merekaa kekal di dalamnya.”. (Al-Mu’minun: 1-11).


Memiliki makna bahwa kita harus selalu menjaga segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah termasuk bagian dari beberapa anggota tubuh kita agar tidak menyesal nantinya dan apabila telah melakukannya maka cepat-cepatlah untuk bertaubat Nasuha.


Kedua, yaitu makna dari kata sambutan yang disampaikan oleh Pak Hanafi M.SI. Yang berisi tentang tingkah laku siswa-siswi selama berada di sekolah dan tata krama selama jalannya acara tersebut. Maknanya yaitu bahwa kita harus tetap menjaga nama baik sekolah dan guru yang telah membimbing kami selama ini, agar tidak malu dengan sikap kita yang tidak sopan kepada orang yang yang lebih tua dan agar tetap diam serta mendengarkan apapun yang disampaikan oleh  ustadz selama berceramah di atas mimbar.


Ketiga, yaitu poin-poin penting yang disampaikan oleh Ustadz Salim tentang Maulid Nabi Muhammad SAW selama jalannya acara. Terdapat lima poin penting diantaranya, yaitu:


Puasa Membentuk Masyarakat Islam


Ibadah puasa merupakan suatu pusat latihan untuk memantapkan jiwa manusia dengan menjalankan ibadah puasa, setiap orang yang beriman melatih diri sendiri untuk bersikap taat, patuh dan loyal terhadap Allah SWT. Loyalitas itu mempunyai refleksi ulang membentuk menal seseorang untuk bersikap loyal terhadap peraturan yang berlaku. Sebagaimana diketahui bahwa ibadah puasa melatih diri untuk menahan panca indra dan anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan buruk, merusak dan merugikan. Umpamanya telinga harus ditahan jangan sampai mendengar ucapan-ucapan yang tidak baik, mata harus ditahan jangan sampai melihat sesuatu yang dilarang untuk dilihatnya, mulut harus dikendalikan jangan sampai mengeluarkan perkataan yang kotor, kasar dan sebagainya. Jika berkata tetapi tidak ada maknanya, maka lebih baik diam dan memilih berkaa jika hal tersebut penting. Rasulullah pernah bersabda dalam hadits, yang memiliki arti:


“Barang siapa yang berkata tidak baik dan melanggar syafaat agama maka lebih baik diam atau berpuasa bicara”.


Apabila dikaitkan puasa bicara dengan fungsi ibadah puasa sangatlah jelas kaitannya bahwa seorang muslim diharapkan menjaga perkataannya dan tingkah laku kita sehari-hari. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, yang memiliki arti


“ Puasa itu benteng. Bila seseorang diantara kamu berpuasa, hendaklah dia tidak berkata kotor dan berlaku jahil. Bila ada seseorang memaki dengan kata-kata kasar dan hendak mengajaknya berkelahi, hendaklah dia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ “ (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


Islam Dan Ilmu Pengetahuan


Ajaran agama kita ini sesungguhnya adalah pedoman hidup yang mengandung ilmu pengetahuan. Bahwa ajaran Islam sangat erat pertautannya dengan ilmu pengettahuan. Bahkan nabi besar Muhammad SAW pernah bersabda dalam hadits dengan arti:


“Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri China”.


Menuntut ilmu dalam agama islam janganlah terpaksa atau takut dengan orang tua maupun guru, tettapi dalam islam menuntut ilmu haruslah dengan rasa ikhlas dan karna Allah ta’ala untuk menggapai citta-cita yang kita impikan. Jika kita menunut ilmu karena takut kepada orang tua, sebagian besar ilmu yang disampaikan oleh bapak ibu guru tidak akan masuk keotak, melainkan hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. Orang berilmu dan orang beriman dimata Allah sama saja derajatnya, karena Al-Qur’an seluruhnya berbicara tenang ilmu pengetahuan baik yang lahiriyah maupun batiniyah. Dalam memahami wahyu Allah tentu saja tidak sama antara orang-orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Ulama adalah orang yang menyampaikan ilmu dari Muhammad Saw. Jika orang itu pintar tetapi akhlaknya tidak baik maka ia tidak dihormati oleh Allah. Rasulullah bersabda dalam artian:


“Jadikan akhlak Nabi Muhammad Saw sebagai teladan dalam menuntut ilmu guna mencapai cita-cita”.


Mencintai Rasulullah SAW


Agama Islam telah mendapatkan Muhammad SAW benar-benar sebagai Nabi dan utusan Allah SWT. Bagi islam dan bagi umanya, Muhammad adalah manusia pilihan dan utusan Allah. Beliau sama dengan manusia lainnya, tetapi beliau adalah Rasulullah yang mendapa wahyu dari Allah SWT., untuk menuntun umat manusia diseluruh alam ini. Kelebihannya dari manusia lainnya, terletak pada kecintaan Allah kepadanya, dan pilihan Allah jauh padanya sebagai manusia agung dan suci. Kita seorang mukmin diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencintai Rasullulah, seperti beliau mencintai umatnya, dan sangat prihatin atas keadaan umat islam. Beliau sangat bersedih hati apabila di kemudian hari sepeningggal beliau umat Islam ditimpa kesedihan dan malapetaka. Rasullulah adalah Nabi yang membawa cinta dan kasih dan rahmat serta barokah bagi alam semesta. Beliau adalah teladan utama bagi orang beriman, bahkan tempat rujukan dalam segala masalah yang berkaitan dengan hidup dunia dan hidup kiamat. Cara untuk mencintai Rasullulah SAW salah satunya adalah dengan cara kaum muslimin dimanapun mereka berada tetap berpegang teguh pada sunah beliau dan ittiba’ kepada ajaran-ajaran dan teladan yang beliau tinggalkan, sampai hari akhir. Cinta kepada Rasulullah sebagaimana kita cinta kepada yang lain, sama sekali tidak cukup kalau hanya sekedar dikatakan, tetapi harus dibuktikan dalam sikap dan perilaku. Allah berfirman dengan arti


 


“Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31)


Akhirnya, menjadi jelas bagi kita bahwa rasa cinta memang Allah yang tanamkan ke dalam hati menusia. Kecintaan kita kepada apa pun dan kepada siapa pun juga tidak dilarang selama dalam kerangka kebenaran. Itupun tidak boleh melebihi kecintaan kita kedasa Allah, Rasul-Nya, dan berjuang di jalan-Nya.


Tugas Nabi Muhammad SAW


Mengingat Allah swt tidak akan mengutus lagi Nabi dan Rasul, sementara ajaran yang dibawanya harus berlaku sampai hari kiamat, ini berarti tugas-tugas Rasul harus di ikuti oleh para pengikutnya maka tugas yang di emban oleh para Rasul SAW. Juga harus menjadi tugas kita dalam hidup ini. Oleh karena itu setiap kita harus tahu apa saja tugas-tugas yang di emban oleh Rasul SAW itu. Salah satu contoh tugas Nabi Muhammad SAW yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia dimuka bumi ini.  Dalam kondisi dunia seperti sekarang ini, umat manusia sadar atau tidak sebenarnya amat memerlukan syariat Islam. Dunia menanti lahirnya seorang masyarakat yang Islami. Ke arah itu berarti amat diperlukan adanya manusia yang dapat tugas-tugas dakwah Rasul SAW dan siapa lagi memang yang harus melanjutkannya kalau bukan kita, umat dan pengikut Rasulullah SAW. Adapun tugas lainnya yaitu pemberi peringatan yang dilakukan oleh Rasul SAW dengan menunjukkan adanya dua jalan, yaitu jalan yang baik yang tentu saja berujung pada kebahagiaan dunia dan akhirat, dan yang kedua adalah jalan yang buruk yang berujung pada kesensaraan hidup. Rasulullah Saw memberikan peringatan dengan mengungkapkan akibat dari perbuatan yang tidak benar bila hal itu dilakukan, karena didalam Al-Qur’an terdapa begitu banyak ayat yang menyebutkan soal surga dan neraka. Di antaranya terdapat firman Allah Swt,




"Sesungguhnya orang-orang beriman dan mengajarkan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan adalah Surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya ...." (Al-Bayyinah : 7 - 8)


Makna Maulid Nabi


Diantara tanda-tanda orang yang bertaqwa adalah orang yang mau menghormati hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Jika kita mengaku sebagai dan umat yang amat cinta kepada beliau, hendaknya kita mengadakan hari peringatan kelahiran beliau dengan kegiatan-kegiatan yang menandakan kecintaan kita kepada beliau.


Rasuulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, yang artinya:


“Barang siapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaatt kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barang siapa yang mendermakan satu dirham, didalam menghormai hari kelahiranku, maka seakan-akan dia mendermakan satu gunung emas dijalan Allah”.


Dengan cara kita melaksanakan peringatan Maulid Nabi, itu berarti kita telah bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Begitu juga dengan kita melaksakan Maulid Nabi kita juga mengingat kembali apa yang telah Rasulullah lakukan kepada kita, hingga kita bisa sampai sekarang ini dan hingga Islam bisa sampai sesejahtera ini, itu semua berkat Rasulullah Saw, sehingga tidak ada salahnya jika kita melakukan Maulid Nabi ini untuk mendapatkan syafa’atnya dan untuk berterima kasih terhadap beliau Nabi Besar Muhammad SAW.


Penulis


Niken Nurfauziah (Kelas 8E)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita di atas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas