Nama
E-mail
Alamat
Komentar

Kode Verifikasi
                
SMPN 2 PENAJAM PASER UTARA       Alamat: Jl. Negara KM 35 Tengin Baru, Kecamatan Sepaku Kode Pos 76148
My Link
Aplikasi Dapodik
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
14 May 2021
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Statistik
:: Kontak Admin ::

Server SMPN 2 PPU

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Tanggal : 05/31/2014, 10:24:49, dibaca 1461 kali.

Pada tanggal 19 Mei 2014 SMP Negeri 2 PPU mengadakan acara isra’ mi’raj Nabi besar Muhammad saw 1435 H tepatnya di aula SMP Negeri 2 PPU. Dalam acara ini pihak panitia mengundang penceramah dari Jawa Timur yang bernama ibu Nyai Hj. Mas’udah Al-Khaffat , dan Hafidzah yang merupakan keponakan beliau, dan dihadiri juga oleh bapak Pokjawas Pendidika Agama Islam Bpk Sujailani Toyib Sp.di. Selama acara ini berlangsung baik dewan guru maupun siswa-siswi SMPN 2 PPU sangatlah berantusias.


Langsung saja keinti acara yaitu ceramah dari ibu Nyai Hj.Mas’udah Al-Khaffat , yang dapat kita petik poin-poin pentingnya sebagai berikut:


Syafaat Dunia Akhirat


Dalam kehidupan kita sehari-hari yang tanpa kita sadari kita bisa menggunakan waktu itu untuk minta syafaat dari Allah Swt yang telah menciptakan kita dan menolong kita baik dunia maupun Akhirat.


Seperti Nabi Muhammad yang ingin dibunuh oleh kaum kafir quraisy pada saat itu, ketika kejadian itu nabi sedang beristirahat disebuah pohon yang rindang, melihat nabi seorang diri mulailah seorang kafir quraisy itu mencoba untuk membunuh nabi dan menodongkan pedang kearah leher nabi. Jika kita berfikir menggunakan otak manusia sekarang ini, nabi bisa saja meninggal ditempat, akan tetapi Allah Swt bertindak lain. Ketika seorang kafir quraisy bertanya kepada nabi “Siapa yang bisa menolong mu Muhammad sekarang ini? Habislah engkau ditangan ku”, nabi dengan santai menjawab “Allah! Allahlah yang bisa menolong ku”. Dengan seketika pedang yang berada dileher nabi jatuh dan seorang kafir quraisy itu bergetar dengan wajah pucat. Nabi bertanya “ada apa dengan engkau? Allah yang telah menciptakan kita, Allah juga yang akan menolong kita”. Maka dari situlah seorang kafir quraisy meminta nabi untuk mengajarinya membaca dua kalimat syahadat dan akhirnya seorang kafir quraisy tersebut masuk Islam.


Dari cerita nabi diatas kita dapat memtik hikmah yaitu syafaat Allah swt telah dia tunjukkan kepada seorang kafir quraisy. Adapun ciri-ciri syafaat dunia yaitu:


1)    Tunduk kedapa orang yang lebih tua


2)   Mudah menerima kritikan atau saran


3)   Taat beribadah


Jika ada  syafaat dunia tentu saja pasti ada syafaat akhirat yang disebut dengan ‘Syafaatul Udzma’ yaitu syafaat yang akan kita dapatkan diakhirat, syafaat ini merupakan pertolongan dari nabi Muhammad Saw.


Dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah Rasulullah melewati pemakaman yang  tanah disekitarnya bergetar dengan begitu dasyat, maka nabi bertanya kepada sahabatnya “mengapa tanah disekitar makam itu bergetar? Dan pohon-pohonnya bergoyang dasyat?”, sabahat beliau pun menjawab “Karna umat Mu itu memiliki kesalahan selama dia hidup di dunia dan disiksa oleh Malaikat Munkar dan Nakir”, dan nabi pun terdiam sejenak memerhatikan pemakaman itu dan bertanya kembali kepada sahabat beliau “Dosa apakah yang dia lakukan hingga Malaikat menyiksanya begitu dasyatnya”. Ternyata umat nabi tersebut tidak mengerti cara Sholat dengan benar, dan dia juga menyukai najis. Umat nabi ini berjenis kelamin laki-laki, makan dari itu dia sering kali membuang hajat tanpa membersihkannya. Dapat kita simpulkan bahwa, orang tersebut tanpa membersihkan kotoran yang ada ditubuhnya dia langsung mengambil air wudhu, dan yang kita jika Sholat kita harus suci dari najis dan hadas. Dari situlah sholat yang dikakukan oleh umat Rasulullah tidak sah.


Akhirnya Rasulullah duduk tafakkur dimakam itu, dan berdoa, dan seketika ketika Rasulullah mendoakan orang tersebut tiba-tiba tanah dan pepohonan berhenti dengan seketika. Maka orang tersebut telah mendapatkan Syafaatul Udzma (Syafaat di Akhirat).


Menuju Jalan Kebenaran


Di era modern seperti sekarang ini banyak sekali pelecehan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Apakah mereka tidak mengerti tentang hukum yang mengaarkan mengenai pelecehan. Dalam islam terdapat beberapa hukum yang terdapat dalam Hadist dan Firman Allah swt (Al-Quran) dan juga dalam negara telah diatur dalam Undang-Undang.


Dalam Isalam, keluarga mendapat peran yang sangat mulia. Islam sangat memperhatikan keluarga, karena ia adalah unsur inti dalam suatu masyarakat dan merupakan bagian tak terpisahkan dalam tatana sebuah negara. Maka dari situlah kita harus terlebih dulu menuntun dan memberi nasehat kepada keluarga kita sebelum menyampaikan kepada orang lain. Dalam Al-Qur’an disebutkan.


‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu bara’, (QS. At Tahrim: 6)


Sebagai orang tua sebaiknya harus memperhatikan tingkah laku dan tumbuh kembang seorang anaknya, terutama juga pada pergaulannya, Peran orang tua sangatlah penting. Akan tetapi kita juga harus memikirkan perasaan dan kebebasan anak itu sendiri, maka sebaiknya orang tualah yang harus menuntunnya pertama kali untuk menuju jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah Swt.


Peristiwa Isra’ Mi’raj


Nabi Muhammad Saw telah memperoleh kesempatan dan kehormatan yang amat luar biasa yang tidak pernah diberikan kepada siapapun. Nabi Muhammad Saw telah membuktikan sendiri betapa kekuasaan Allah tiada bandingnya, sekaligus mukjizat yang tinggi sesudah Al-Qur’an guna menghadapi tantangan kaum yang ingkar. Itu lah peristiwa besar Isra’ Mi’raj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-11 dari kenabian ketika Nabi Muhammad Saw berusia 52 tahun.


Rasulullah saw telah memperoleh kehormatan dan kesempatan pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) hingga Masjidil Aqsha (Paletina) dan perlajalanpun dilanjutkan hingga menumbus tingkat demi tingkatnya sampai ketingakat tertinggi yakni pada lapisan ke tujuh. Hal tersebut ada dalam firman Allah swt


“Maha suci Allah yang, telah menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui”.


Bahkan beliau sampai pada suatu tempat yang para malaikat sendiri tak mampu menembusnya yakni Sidratul Muntaha, sehingga beliau terpaksa Berpisah dengan malaikat Jibril a.s. yang menjadi pengantar. Disinilah beliau berhadapan dengan Allah untuk menerima perintah Sholat fardhu secara langsung.


Bahwasanya shalat wajib lima kali sehari semalam adalah merupakan ukuran bagi orang islam, seberapa jauh pendekatan dirinya kepada Allah, yakni pengapdiannya selaku hamba terhadap Maha Penciptanya. Hal ini disebabkan karena didalam ibadah sholat terkandung satu pertanyaan yang murni, sebagai janji kita kepada Allah, sebagai mana tertuang dalam doa iftitah yang berbunyi:


“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah”.


Jika Isra’ Mi’raj difikir menggunakan akal manusia tentu saja tidak akan mampu, karena Rasulullah hanya memerlukan waktu delapan jam untuk sampai di Sidratul Muntaha. Sedangkan jika kita menggunakan pesawat atau yang lain sebagainya kita bisa menghabiskan waktu hingga seratuh lima puluh juta tahun. Kita tidak dapat mengukur betapa kekuasaan Allah swt.


Maka para ulama berkata: “Barangsiapa yang mendustakan peristiwa Isra’ Mi’raj, maka ia telah mendustakan Al-Qur’an dan barangsiapa yang mendustakan Al-Qur’an, maka ia tidak termasuk orang Islam sampai setelah ia berikrar dua kalimat syahadat”.


 


OLeh


Niken Nurfauziah



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita di atas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas