Nama
E-mail
Alamat
Komentar

Kode Verifikasi
                
SMPN 2 PENAJAM PASER UTARA       Alamat: Jl. Negara KM 35 Tengin Baru, Kecamatan Sepaku Kode Pos 76148
My Link
Aplikasi Dapodik
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
05 December 2020
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik
:: Kontak Admin ::

Server SMPN 2 PPU

My Story

Tanggal : 06-02-2014 12:14, dibaca 12379 kali.
  • Prolog.

Dalam hidup terkadang kita harus menghadapi sebuah pilihan 1 diantara 2 atau 2 diantara 3. Terkadang pula kita bingung memilih mereka karena kita tak tahu apa yang kita hadapi. Disini aku sebagai aku, bukan siapa-siapa. Aku punya kehidupan, aku punya cerita, aku punya 1001 kisah yang ingin ku ceritakan pada kalian. Tapi aku tak tahu harus menceritakan yang mana, tentang aku atau tentang diriku dan dirinya. Oh tuhan, kurasa aku dibutakan oleh konsep cinta dan konsep kehidupan. 2 hal tersebut tak bisa di pisahkan, karena mereka saling mengisi & saling merangkai. Tanpa hidup kita tak bisa apa-apa. apa kamu tahu sebelum adanya kehidupan itu seperti apa? aku bahkan tak tahu atau aku tahu tapi tak ingin tahu. Aku hanyalah aku,  gadis kecil mucil yang tak tahu jati dirinya yang sebenarnya. Aku tak tahu harus memulai darimana, baiklah akan kuceritakan kisah ku sendiri. Kisah antara aku dan dirinya and This Is Me.

  • This Is Me.

Siapa aku? Aku adalah aku. Siswi SMP N 2 PPU kelas IX E, mempunyai banyak kawan. Dari mereka aku bisa tau kehidupan mereka, aku bisa tau cerita konyol mereka. Kadang mereka tersenyum, sedih, menangis, tertawa, dan kadang juga mereka bertingkah layaknya anak usia 5 tahun yang akan mengakak saat di gelitik perutnya. Namun, terkadang mereka bertingkah seperti orang dewasa yang memberi nasehat saat teman membutuhkannya. Itulah mereka, mereka temanku. Mereka bagian dari hidupku, bagian dari cerita cinta ku, bagian dari kekonyolan cerita hidupku. Aku mempunyai 1 teman lagi sebenarnya ia seorang guru IT (ya semacam teknologi). Ia baik, ia selalu menolong ku saat aku butuh. Disisi lain ia bersikap layaknya seorang guru professional, namun disisi lain ia bersikap layaknya seorang teman yang selalu berbagi ilmunya kepada ku. Ia adalah Mr. Heriawan.

  • Who Is That?

Dia siswa  SMP N 2 PPU dan kurasa aku tak harus memberi tahu tentangnya secara detail. Yang pasti dia seorang teman.

  • Me and Him.

 “Hi pesek” , itu dia kata sambutan di pagi hari dari lay (9D). Dia sekelas denganku saat di kelas 8A. dia sipit dan selalu membawa permen serta yang pasti dia lebih tinggi dari aku. Aku membalas sapaannya, dan kami masuk kelas untuk mengikuti pelajaran sampai bel istirahat pertama berbunyi. Aku dan lay menghabiskan waktu istirahat di belakang kelas 7A (sekarang 8A). Diantara percakapan kami lay mengucapkan, “eh kemarin pas pulang sekolah, DP bilang kalau kamu tu imut”. “hm.. begitu trus?” Tanya ku. Dan kami pun terus bercerita. Begitulah awal cerita ini dimulai, tanpa saling kenal pun semua itu terjadi. Sungguh indah namun misterius, konyol tapi mengesankan. Inilah konsep yang Allah SWT. Ciptakan, kalian ingat tentang pelajaran PKN yang mengatakan bahwa kita adalah makhluk social yang saling terkait. Begitu juga dengan konsep cinta yang tak bisa dipisahkan dengan konsep kehidupan.

Story of my life in love.

  • My lucky day.

Kami sering bertemu, saat aku ingin ke kamar mandi. Terkadang dia tersenyum, atau seolah tak tahu bahwa aku ada saat itu. Semua itu berjalan tanpa ada yang mengawali, konyol sekali. Aku sempat berpikir apa ini, bodoh sekali jika aku tak tahu ( hahaa..). Ini namanya rasa suka, bayangkan aku menyukai adik kelas tapi aku dan dia masih tua dia. Tapi seperti kata pepatah “Cinta itu tak memandang bulu”.  Kita berhak merasakan rasa ini, karena Allah SWT. Baik sekali. Suka sama tukang becak pun tak apa namanya juga cinta. Seperti aku yang entah suka atau tidak sama adik kelas.

  • My bad day.

Ini berawal saat aku mendapat informasi bahwa  ia menjalin hubungan dengan someone. Aku tak peduli dan aku lelah. Terserah apapun itu aku tak mau tahu, bahkan jika kamu memberi tahu  aku pun tak akan mendengarkan. Kurasa aku berada dititik dimana aku mulai merasakan tak memiliki esensi hidup. Aku tak peduli apapun  yang terjadi, dan aku rasa aku tak ingin menatap kedepan. Tapi setelah aku mendapat sedikit resep ramuan herbal, aku bangkit. Aku tak ingin terus menerus berharap, dan sekarang aku mulai tak peduli. Terserah..

  • My sunny day.

Kini aku sudah kelas 9, aku tak ingin terlalu memikirkan itu. Aku tak tau itu masa lalu atau entahlah aku pun bingung. Aku mulai menyibukkan diriku belajar (meskipun hanya sedikit bisa). Aku mulai membuka diriku menerima semuanya, karena awalnya aku tak sanggup menerima ini. Kalian tau ini terlalu sakit, terlalu menohok. Tapi kini itu bukan apa-apa, itu hanya potongan cerita hidup ku cerita yang Allah SWT. Telah gariskan sejak zaman azali.

 

  • Epilog.

Itu semua bukan apa-apa, karena kita masih punya kehidupan. Haruskah kalian hanya terus menatap 1 kisah, sementara kalian masih punya 1001 kisah sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Kalian terlalu lemah, jika kalian seperti itu. Biarkan semuanya berlalu, kita sambut kisah baru. Seharusnya kita bisa mencontoh air, terkadang air bisa mengalir dengan tenang tanpa menimbulkan riak. Tapi terkadang air juga bisa menimbulkan bencana. Biarkan semua mengalir apa adanya. Masih banyak kisah yang menantikan kalian, untuk dijalani dan jika kalian berhasil menyelesaikan kisah-kisah kalian sendiri berarti kalian SUKSES.

 

Coretan

Siti Nur Aisyah Kelas 9 E



Pengirim : Siti Nur Aisyah


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas